Jumat, 11 Maret 2011

Kahlil Gibran

Kahlil Gibran adalah seorang seniman, penyair, dan juga seorang penulis puisi cinta yang fonemenal merupakan seorang berkebangsaan Amerika yang lahir di Lebanon pada tahun 1883 dan meninggal pada 10 April 1931.
Sebelum tahun 1918, Gibran sudah siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, "The Madman", "His Parables and Poems". Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam "The Madman". 

Setelah "The Madman", buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah "Twenty Drawing", 1919; "The Forerunne", 1920; dan "Sang Nabi" pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918-1922.

Salah satu puisi cinta yang ditulis Kahlil Gibran dan paling terkenal adalah berjudul Cinta yang Agung, dan berikut ini adalah petikan terjemahan puisi tersebut:

CINTA yang AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata 'Aku
turut berbahagia untukmu'

Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh

Kamis, 10 Maret 2011

ILMU DAN MENGILMUKAN

Oleh: Handri Putrawan, S.Pd.I*)
Cogito Ergo Sum
“Aku berpikir, maka aku ada”
Di Plesetkan menjadi;
“Aku belanja ke mall, maka aku ada”
(Mistisme Perkotaan)

Bumi merupakan tempat tinggal berbagai macam makhluk hidup ciptaan Allah SWT, salah satu makhluk hidup ciptaan Allah SWT yang memiliki kelebihan dari ciptaan Allah SWT di Bumi adalah manusia, manusia diciptakan paling sempurna diantara makhluk Allah SWT di Bumi, ini terbukti dengan manusia dianugerahi akal sebagai potensi dalam mengolah Bumi, bukti yang konkrit adalah perkembangan pesat peradaban manusia dari zaman ke zaman.
Bermula dari sebuah keingin tahuan manusia terhadap Bumi, maka manusia melakukan berbagai macam ekplorilasi terhadap bumi sehingga manusia merancang berbagai landasan dengan memperhatikan gejala-gejala alam untuk mengeksplorasi Bumi, awalnya manusia hanya mengandalkan pola berfikir yang kemudian dikembangkan dalam berbagai sistem keilmuan, keingin tahuan manusia yang begitu besar memaksa mereka untuk menciptakan berbagai disiplin ilmu untuk menunjang proses eksplorasi terhadap Bumi.
Awal perkembangan ilmu yang diciptakan manusia, ilmu itu belum dipilah-pilah dan dibeda-bedakan, pada masa awal peradaban manusia ilmu masih bersifat pengembangan pola pikir, yang dikemudian hari dikenal dengan ilmu Filsafat, ilmu filsafat dianggap sebagai sumber dari segala sumber ilmu, karena berisi tentang bagaimana pola pikir manusia dalam upaya ekplorilasi terhadap Bumi, sejak zaman yunani kuno ilmu masih bergantung kepada sistem ilmu filsafat, sampai zaman kemajuan Islam, ilmu sudah berkembang menjadi berbagai macam disiplin dan sudah memisahkan diri dari induknya yaitu; ilmu filsafat.
Zaman pertengahan sampai zaman modern sudah berbagai ragam ilmu yang kita jumpai, ilustrasi yang paling baik dalam menggambarkan hal ini adalah; adanya ilmu yang sudah dijamah (sudah tidak perawan lagi) dan ada ilmu yang belum dijamah (masih perawan). Kenyataan ini melahirkan istilah-istilah yang berupa siapa penemu suatu ilmu (Bapak Ilmu) dan siapa pengembangnya, alih-alih bahwa hal ini tidak menutup kemungkinan ada ilmu yang digabung; seperti gabungan ilmu Fisika dengan Ekonomi melahirakan ilmu yang bernama Ilmu FisioEkonomik. Landasan lahirnya ilmu fisioEkonomik adalah bahwa kejadian-kejadian ekonomi dapat dapat diukur dan diketahui.
Permasalahan yang paling sering muncul adalah, bagaimana mengilmukan suatu ilmu agar tertanam dalam setiap individu, karena begitu pesatnya perkembangan percetakan buku-buku yang memuat berbagai bidang ilmu menjadikan orang-orang malas untuk menghapal kronologi, dan teori-teori yang berkaitan dengan ilmu tersebut. Orang lebih mengandalkan buku dari pada menghapal landasan teori suatu ilmu, sehingga begitu mereka dihadapkan pada suatu permasalahan dalam bidang ilmu tertentu mereka lebih cepat merujuk pada suatu buku dan bukan kepada kepala (akal) mereka. Kenyataan seperti ini berdampak pada makin banyaknya karang-karangan yang berupa penjelasan-penjelasan (Syarah) dari suatu bidang ilmu. Dalam sejarah Islam masa syarah bermula pada zaman Bani Abbasiyah.
Dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan, manusia mengembangkan suatu sistem yang disebut teori ilmiah, yang berisikan langkah-langkah dalam menetapkan keabsahan suatu kajian keilmuan, jika kajian keilmuan tersebut sesuai dengan kerangka teori ilmiah maka hasil kajian tersebut dapat dikatakan sebagai bagian dari suatu bidang ilmu.
Tingkat pemahaman akan ilmu pengetahuan akan turut mempengaruhi perkembangan logika manusia itu sendiri, dengan demikian tingkat logika manusia dapat dibedakan menjadi dua yaitu; 1). Logika orang awam, dan 2). Logika ilmiah. Logika orang awam biasanya menyangkut hal-hal yang masih umum. Sedangkan logika ilmiah sudah mengarah kepada hal-hal yang lebih spesifik. Maka pantaslah dikatakan oleh orang-orang barat bahwa perkembangan-perkembangan ilmiah dalam kehidupan itu ibarat mimpi. “Lavida Es Sueno”. Kehidupan adalah mimpi.
“Barang siapa yang tidak menguasai dasar, maka dia tidak akan pernah menguasai cabang selamanya”
Ilmu itu di dada bukan di lembaran (Al-Ilmu Fis Sudur, La Fis Sutur). Jika kita telaah lebih mendalam, maka otak memiliki kapasitas yang sungguh terbatas, sehingga bila terlalu dipaksakan maka otak manusia bisa mengalami keausan. Sarana yang paling efektif untuk menampung segala macam jenis ilmu adalah dada (Hati), hati bisa langsung berhubungan dengan sang kholik dan mendapatkan anugerah yang berupa “Ilmu Ladunni”.
“Wallahu A’lam BisSawwab”

Senin, 07 Maret 2011

Lirik Lagu Udin Sedunia



“ini lagu tentang sebuah nama..”
“kata orang udin nama kampungan”
“jadi lagu enak juga didengar”
“kalau gak percaya, simak dengan seksama”

“udin yang pertama, namanya Awaludin”
“udin yang suka di kamar, namanya Kamarudin”
“udin yang hidup di jalanan, namanya Jalaludin”
“udin penggembala, namanya Sapiudin”

“moooooo…”

“Udin Udin, namamu norak tapi terkenal”
“Udin Udin, walaupun norak banyak yang sukahahahaha..”

“Udin yang sering ke masjid, namanya Alimudin”
“Udin yang rajin berdoa, namanya Aminudin”
“Udin yang agak stress, namanya Sarapudin”
“Udin yang tidak stress, namanya Sadarudin”
"Udin yang suka menyumpah, namanya Undenudin"

“Udin Udin, namamu norak tapi terkenal”
“Udin Udin, walaupun norak banyak yang sukahahahaha..”

“Udin yang penjual nasi, namanya Nashirudin”
“Udin yang suka ke WC, namanya Tahirudin”
“Udin yang suka telepon, namanya Hapipudin”
“Udin yang jadi teroris, namanya!!!”
“Noordin M Top!”

“Udin Udin, namamu norak tapi terkenal”
“Udin Udin, walaupun norak banyak yang sukahahahaha..”

“Udin yang terakhir… namanya Akhirudin…”

Photo Agnes


Ini adalah Photo Agnes Monica !

Berita Aktual

30 Tahun Menikah Belum Lihat Wajah Istri
Ini akibat tradisi yang mengharamkan wanita memperlihatkan wajah dan tubuhnya.

Pernikahan itu terjalin selama tiga dekade. Anehnya, sang suami sama sekali belum pernah melihat wajah istrinya. Hanya mata yang bisa dipandang selama hidup bersama.

Sepanjang hidupnya, sang istri selalu mengenakan burka, busana tertutup bagi wanita muslim yang hanya memperlihatkan area mata. Bahkan, tidur pun mengenakan busana itu.

Selama 30 tahun menjalani pernikahan tanpa melihat wajah istri ternyata tak mengubur rasa penasaran sang suami. Diam-diam, pria ini nekat menyingkap cadar di wajah istrinya yang tengah lelap tertidur.

Hanya, jawaban atas rasa penasarannya itu harus dibayar 'mahal' dengan gugatan cerai sang istri, 2008 silam. Sang istri yang sudah berusia 50-an tahun merasa dikhianati. Ia bulat menghendaki perceraian, meski suami sudah berulang kali meminta maaf dan berjanji tak mengulangi perbuatannya.

"Setelah sekian tahun, dia (suami) mencoba melanggar komitmen, ini sudah kesalahan besar," kata sang istri kepada koran setempat, Al-Riyadh, seperti dikutip dari laman Daily Mail.

Apa yang dilakukan wanita itu merupakan bentuk kepatuhan terhadap tradisi yang tumbuh subur di kampungnya, tak jauh dari Khamis Mushayt, wilayah barat daya Arab Saudi. Bukan ajaran Islam, namun tradisi ini tumbuh subur di sejumlah kawasan terpencil di beberapa negara Teluk.

Itu pun bukan satu-satunya kasus. Seorang pria bernama Ali al-Qahtani juga menerima ancaman cerai ketika mencoba membuka cadar istrinya setelah 10 tahun pernikahan. Beruntung ia dimaafkan setelah berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.

Sementara Hassan Al-Atibi mengancam akan menikah lagi jika istrinya tak bersedia membuka cadar. Bukannya terancam, sang istri malah mencarikan wanita yang tak menganut tradisi itu untuk dijadikan istri kedua. Merelakan suaminya poligami agaknya lebih baik daripada menunjukkan wajahnya ke suami.

Om Rabea al-Gahdaray, 70, salah satu wanita yang menjalani tradisi ini mengatakan bahwa suami tidak boleh melanggar komitmen yang telah disepakati sebelum pernikahan. Suami tak boleh mengubah tradisi yang telah terbangun sejak zaman lelulur mereka.

Saat ditanya bagaimana bisa memiliki anak tanpa mengizinkan suami melihat wajah dan tubuhnya, al-Gahdaray menjawab, "Pernikahan itu tentang cinta, bukan wajah." (umi)

Pembina PKBM SMUMAS

Pembina PKBM SMUMAS
Photo Waktu Wisuda PAUD 2011, Ust. Mujtahidin, S.Ag, MSI
Academics blogs