Jumat, 15 Juli 2011

PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI TAMAN PENDIDIKAN QUR’AN

(SEBUAH PENGANTAR)

“Secara umum, pembelajaran merupakan suatu proses perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui pengalaman individu yang bersangkutan” (Asrori, 2008:6).

Pembelajaran merupakan suatu proses, artinya pembelajaran yang berhasil guna membutuhkan proses dalam pelaksanaannya, sebelum pelaksanaan pembelajaran diperlukan perencanaan, perencanaan disini dimaksudkan agar proses pembelajaran lebih terarah dan hasilnya akan lebih efektif.

Pembelajaran yang efektif terjadi bila semua komponen-komponen dalam pembelajaran tersebut mempunyai andil dalam membentuk karakter peserta didik, karakter disini adalah terbentuknya sikap posistif peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut.

“Pembelajaran berlangsung melalui lima alat dria kita, yaitu: Penglihatan (Visual): melihat kejadian sesuatu peristiwa. Pendengaran (Auditory): mendengar sesuatu bunyi. Pembauan (Olfactory): bau makanan membuat kita merasa lapar. Rasa atau Pengecap(Taste): lidah kita merasa dan dapat membedakan antara asin dan asam. Sentuhan: dapat membedakan antara permukaan licin dan permukaan kasar” (Asrori, 2008:6).

“Dalam proses pembelajaran tidak hanya melibatkan fakta atau konsep suatu bidang ilmu saja, tetapi juga melibatkan perasaan-perasaan yang berkaitan dengan emosi, kasih sayang, benci, hasrat dengki dan kerohanian. Pembelajaran tidak terbatas pada apa yang kita rancangkan saja, tetapi melibatkan pengalaman yang diluar kesadaran penuh kita, seperti peristiwa kemalangan atau seorang yang jatuh cinta pada pandangan pertama” (Asrori, 2008:6).

Untuk mencapai tuju an-tujuan yang telah ditentukan dalam pembelajaran digunakan berbagai strategi pembelajaran, pembelajaran merupakan kegiatan antara guru dan siswa, jika dilihat dari segi guru maka disebut pengajaran, tetapi dilihat dari segi siswa disebut belajar, dengan demikian pembelajaran disebut juga kegiatan Belajar-Mengajar (KBM).

Pembelajaran Bahasa Arab, digolongkan kepada proses belajar-mengajar Bahasa secara umum, ini berrati pembelajaran Bahasa Arab diperuntukkan untuk mata pelajaran Bahasa Arab, yang nota benenya bahasa asing. Konsekuensinya, pembelajaran Bahasa Arab harus mengacu kepada materi-materi yang berbahasa Arab guna menunjang tercapainya pembelajaran Bahasa Arab yang efektif.

Pembelajaran Bahasa Arab pada dasarnya sama dengan pembelajaran bahasa yang lain, hanya saja pembelajaran Bahasa Arab harus berdasarkan materi-materi yang menyangkut Bahasa Arab pada umumnya, adapun materi-materi pembelajaran Bahasa Arab secara garis besarnya terdiri dari sepuluh pembelajaran, antara lain :

1. Pengenalan Hurup-hurup Hijaiyah
2. Menulis Hurup-hurup Hijaiyah
3. Melafalkan Hurup-hurup Hijaiyah
4. Merangkai Hurup-hurup Hijaiyah
5. Pengenalan kata-kata Bahasa Arab
6. Merangkai kata-kata Bahasa Arab menjadi Kalimat yang
Balig(sesuai aturan Gramatikal Bahasa Arab)
7. Membaca (Qira’ah)
8. Imla’
9. Hiwar (percakapan)
10.Qawa’id (Nahwu, Sharef, Balaghah, dll).

Bahasa Arab adalah bagian dari kebudayaan bangsa Arab, konsekuensinya, dalam pembelajaran Bahasa Arab harus diperkenalkan budaya Bahasa Arab yang dianut oleh orang-orang Arab sendiri, seperti cara-cara mengucapkan kata-kata Arab oleh penutur aslinya. Sebab mengajarkan bahasa berarti juga mengajarkan budaya dari bahasa tersebut.

Pembelajaran Bahasa Arab pada tingkat dasar harus mengadopsi tingkat kemampuan peserta didik, hal ini dimaksudkan untuk kemudahan dalam menanamkan pengetahuan Bahasa Arab pada diri perserta didik, pembelajaran Bahasa Arab pada tingkat dasar meliputi lima keterampilan, antara lain :

1. Pengenalan Hurup-hurup Hijaiyah
2. Menulis Hurup-hurup Hijaiyah
3. Melafalkan Hurup-hurup Hijaiyah
4. Merangkai Hurup-hurup Hijaiyah
5. Pengenalan kata-kata Bahasa Arab
6. Membuat kalimat Bahasa Arab

Pembelajaran Bahasa Arab di TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) seyogianya harus mengacu kepada lima keterampilan dasar di atas, dan harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik dalam hal ini adalah santri-santri TPQ. Dalam pembelajaran Bahasa Arab di TPQ lebih diarahkan kepada peningkatan keterampilan membaca dan menulis Al-Qur’an.

Pembelajaran Bahasa Arab di TPQ harus memperhatikan konsep-konsep kurikulum, kurikulum dapat dilihat dalam tiga dimensi, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai rencana. Namun sejauh ini kurikulum Bahasa Arab pada lembaga LPTKA-BKPRMI belum dirumuskan secara spesifik, karena Bahasa Arab masih dimasukkan dalam Muatan Lokal yang pelaksanaannya harus memperhatikan pada daya dukung dari lembaga TPQ bersangkutan.

Tulisan ini dimaksudkan sebagai masukan bagi LPTKA-BKPRMI untuk menyusun kurikulum Bahasa Arab di TPQ, sebab akan sangat janggal sekali jika lembaga yang bergerak dalam pendidikan Al-Qur’an tidak memasukkan Bahasa Arab sebagai Mata Pelajaran Inti, pembelajaran Bahasa Arab seyogianya harus menjadi pendamping pembelajaran baca-tulis Al-Qur’an di TPQ.

Sabtu, 11 Juni 2011

Membuat File PDF


Ada Banyak cara untuk membuat PDF, ada yang langsung tertanam di Ms. Office dengan cara menginstall langsung ke Ms. Word atau MS. Excel. Namun yang dibutuhkan orang adalah File Conventer dari Ms. Word/Excel ke PDF. Kalo itu saya punya solusinya silahkan download di sini aja ! :
Download

Terima Kasih Atas Kunjungannya !

Pemutar MP3

Silahkan Download disini :
Download

Terima Kasih !

Senin, 18 April 2011

GERBANG JIWA MANUSIA

Bismillahirrahmanirrahim

Oleh : Handri Putrawan, S.PdI

Menjadi seorang yang berilmu adalah syarat mutlak untuk menjadi manusia yang paripurna, ilmu merupakan gerbang untuk mengenal Allah SWT. Dasar sebuah keilmuan jembatan yang harus dilalui setiap orang jika ingin mendapatkan suatu kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Ketika sebuah niat yang baik tanpa dilandasi pengetahuan yang memadai tentang suatu kebaikan, maka alamat niat dan pekerjaan yang diinginkan tidak akan pernah tercapai, walapun didukung oleh orang-orang yang terkenal sekalipun.

Setiap zaman dan setiap abad sudah ditetapkan oleh Allah SWT, bahwa jejak seorang pahlawan dalam setiap kehidupan manusia telah dipersiapkan oleh Allah SWT. Dengan demikian kita sebagai manusia hanya bisa berharap dan mempersiapkan diri dengan ilmu dan akhlak yang baik guna mencari kriteria pahlawan yang telah ditetapkan Allah SWT, apakah kita ? atau kita sudah disalip oleh orang lain. Namun begitu jangan pernah berhenti berharap terhadap karunia dari Allah SWT, karena Allah SWT mempunyai rahasia tersendiri, yang terpenting adalah banyak-banyaklah mengambil Ibrah dan Hikmah dari setiap kejadian di alam ini.

Wallahu A’lam Bissawwab adalah ucapan yang selalu diucapkan oleh orang-orang yang memiliki disiplin ilmu yang sudah mantap dan luas, karena mereka mengetahui bahwa ilmu manusia adalah sedikit jika dibandingkan dengan Allah SWT, ibarat ilmu Allah SWT seperti air laut, dan ilmu manusia itu adalah setetes daripada air laut tersebut. Dan orang-orang muslim yang paling setia terhadap prinsip keilmuan tersebut, karena orang-orang islam menggunakan ilmunya sesuai dengan ajaran-ajaran Al-Qur’an dan Hadits dan demi kemaslahatan hidup manusia.

Wallahu A’lam Bissawwab……………!

DEFINISI YANG MENGUASAI

(Sebuah Kuasa Hegemoni Ilmu Pengetahuan)

Bismillahirrahmanirrahim

Dalam dunia Ilmu Pengetahuan telah dikenal istilah Definisi, Ta’rif, dan Pengertian, yang gunanya untuk membatasi ruang lingkup suatu permasalahan dalam ilmu pengetahuan. Pendefinisian mencakup perbincangan tentang masalah makna dan denotasi istilah-istilah yang berkenaan dengan suatu bidang ilmu. Cara seseorang dalam mendefinisikan terkait dengan cara membangun otoritas, artinya pembahasan suatu bidang ilmu haruslah tidak menyalahi aturan definisinya.

Definisi-definisi, tentu saja berubah setiap saat dan konsep-konsep suatu ilmu pengetahuan berbeda dengan pemahaman orang-orang dahulu dengan orang-orang sekarang, yang jelas orang-orang sekarang banyak yang merujuk kepada definisi-definisi yang dibuat oleh generasi pendahulunya, dengan demikian definisi sesungguhnya adalah produk dari sejarah dengan proses-proses yang secara kebudayaan bersifat khusus.

Dalam perbincangan ilmu pengetahuan, setiap komponen pendukung dari pengetahuan tersebut harus dibatsi dengan cara mendefinisikan setiap komponen tersebut, jika menyalahi aturan definisi maka ilmu tersebut akan keluar dari barometernya, maka apabila hasil spekulasi dari suatu pengetahuan jika masih dalam lingkup keilmiahan dapat diterima, begitu juga sebaliknya.

Pada pertumbuhan setiap ilmu pengetahuan, baik ilmu Filsafat sebagai bapaknya ilmu, sangat dipengaruhi oleh perkembangan definisinya, pada zaman dahulu semua ilmu pengetahuan sumbernya adalah ilmu filasafat, karena berkembangnya spekulasi dan definisi membuat berbagai bidang ilmu memisahkan diri dari filsafat, dengan demikian ilmu pengetahuan akan lebih berkembang apabila tingkat pendefinisian dan spekulasinya dikembangkan.

Intinya, pembatasan suatu bidang permasalahan yang akan dibahas dalam suatu ilmu pengetahuan mesti dan harus dilakukan, pembatasan itu harus dilakukan dengan pendefinisian permasalahan tersebut, sehingga arahnya dapat diprediksikan. Tentu saja setiap spekulasi yang muncul bila tidak masuk lingkup definisi akan dianggap spekulasi asal-asalan atau tidak ilmiah.

Wallahu A’lam Bissawwab

Oleh : Handri Putrawan, S.PdI

PRINGGASELA DESA PEJUANG

OLEH : HANDRI PUTRAWAN, S.PdI

Selaksa keindahan bergelayut dalam hamparan……

Ketika Pelukis Agung menorehkan tinta emasnya……..

Bersama senandung keasrian bersemayam…..

Di Pringgasela ku tanamkan harapan………

Pringgasela-ku tenteram…….

Takkan pernah terlupa sepanjang masa……..

Tugu Mopra sebagai pertanda…………..

Saksi sejarah perjuangan bangsa…….

Putra putri Pringgasela bersemangat baja………

Pringgasela Desa-ku sayang…….

Tanah kelahiran pejuang gemilang……….

Said Saleh Abdullah telah dikenang………

Semasa sayap penjajahan terpentang………

Maju…………………………..!

Serbu………………………….!

Teriakan semangat menderu………………..

Walaupun nafas akan habis oleh meriam dan peluru………….

Walau tubuh akan binasa terbujur kaku………………..

Walau jantung berdetak memburu…………………

Merdeka……………………..!

Sekalipun hanya sebuah kata……………………….

Merdeka………………………!

Merdeka bangsa-ku……………………

Merdeka bangsa-ku……………………

Jayalah negeri-ku……………………….

Sejahteralah Pringgasela-ku………………………………

Rabu, 13 April 2011

PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI TAMAN PENDIDIKAN QUR’AN

(SEBUAH PENGANTAR)

“Secara umum, pembelajaran merupakan suatu proses perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui pengalaman individu yang bersangkutan” (Asrori, 2008:6).

Pembelajaran merupakan suatu proses, artinya pembelajaran yang berhasil guna membutuhkan proses dalam pelaksanaannya, sebelum pelaksanaan pembelajaran diperlukan perencanaan, perencanaan disini dimaksudkan agar proses pembelajaran lebih terarah dan hasilnya akan lebih efektif.

Pembelajaran yang efektif terjadi bila semua komponen-komponen dalam pembelajaran tersebut mempunyai andil dalam membentuk karakter peserta didik, karakter disini adalah terbentuknya sikap posistif peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut.

“Pembelajaran berlangsung melalui lima alat dria kita, yaitu: Penglihatan (Visual): melihat kejadian sesuatu peristiwa. Pendengaran (Auditory): mendengar sesuatu bunyi. Pembauan (Olfactory): bau makanan membuat kita merasa lapar. Rasa atau Pengecap(Taste): lidah kita merasa dan dapat membedakan antara asin dan asam. Sentuhan: dapat membedakan antara permukaan licin dan permukaan kasar” (Asrori, 2008:6).

“Dalam proses pembelajaran tidak hanya melibatkan fakta atau konsep suatu bidang ilmu saja, tetapi juga melibatkan perasaan-perasaan yang berkaitan dengan emosi, kasih sayang, benci, hasrat dengki dan kerohanian. Pembelajaran tidak terbatas pada apa yang kita rancangkan saja, tetapi melibatkan pengalaman yang diluar kesadaran penuh kita, seperti peristiwa kemalangan atau seorang yang jatuh cinta pada pandangan pertama” (Asrori, 2008:6).

Untuk mencapai tuju an-tujuan yang telah ditentukan dalam pembelajaran digunakan berbagai strategi pembelajaran, pembelajaran merupakan kegiatan antara guru dan siswa, jika dilihat dari segi guru maka disebut pengajaran, tetapi dilihat dari segi siswa disebut belajar, dengan demikian pembelajaran disebut juga kegiatan Belajar-Mengajar (KBM).

Pembelajaran Bahasa Arab, digolongkan kepada proses belajar-mengajar Bahasa secara umum, ini berrati pembelajaran Bahasa Arab diperuntukkan untuk mata pelajaran Bahasa Arab, yang nota benenya bahasa asing. Konsekuensinya, pembelajaran Bahasa Arab harus mengacu kepada materi-materi yang berbahasa Arab guna menunjang tercapainya pembelajaran Bahasa Arab yang efektif.

Pembelajaran Bahasa Arab pada dasarnya sama dengan pembelajaran bahasa yang lain, hanya saja pembelajaran Bahasa Arab harus berdasarkan materi-materi yang menyangkut Bahasa Arab pada umumnya, adapun materi-materi pembelajaran Bahasa Arab secara garis besarnya terdiri dari sepuluh pembelajaran, antara lain :

1. Pengenalan Hurup-hurup Hijaiyah
2. Menulis Hurup-hurup Hijaiyah
3. Melafalkan Hurup-hurup Hijaiyah
4. Merangkai Hurup-hurup Hijaiyah
5. Pengenalan kata-kata Bahasa Arab
6. Merangkai kata-kata Bahasa Arab menjadi Kalimat yang
Balig(sesuai aturan Gramatikal Bahasa Arab)
7. Membaca (Qira’ah)
8. Imla’
9. Hiwar (percakapan)
10.Qawa’id (Nahwu, Sharef, Balaghah, dll).

Bahasa Arab adalah bagian dari kebudayaan bangsa Arab, konsekuensinya, dalam pembelajaran Bahasa Arab harus diperkenalkan budaya Bahasa Arab yang dianut oleh orang-orang Arab sendiri, seperti cara-cara mengucapkan kata-kata Arab oleh penutur aslinya. Sebab mengajarkan bahasa berarti juga mengajarkan budaya dari bahasa tersebut.

Pembelajaran Bahasa Arab pada tingkat dasar harus mengadopsi tingkat kemampuan peserta didik, hal ini dimaksudkan untuk kemudahan dalam menanamkan pengetahuan Bahasa Arab pada diri perserta didik, pembelajaran Bahasa Arab pada tingkat dasar meliputi lima keterampilan, antara lain :

1. Pengenalan Hurup-hurup Hijaiyah
2. Menulis Hurup-hurup Hijaiyah
3. Melafalkan Hurup-hurup Hijaiyah
4. Merangkai Hurup-hurup Hijaiyah
5. Pengenalan kata-kata Bahasa Arab
6. Membuat kalimat Bahasa Arab

Pembelajaran Bahasa Arab di TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) seyogianya harus mengacu kepada lima keterampilan dasar di atas, dan harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik dalam hal ini adalah santri-santri TPQ. Dalam pembelajaran Bahasa Arab di TPQ lebih diarahkan kepada peningkatan keterampilan membaca dan menulis Al-Qur’an.

Pembelajaran Bahasa Arab di TPQ harus memperhatikan konsep-konsep kurikulum, kurikulum dapat dilihat dalam tiga dimensi, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai rencana. Namun sejauh ini kurikulum Bahasa Arab pada lembaga LPTKA-BKPRMI belum dirumuskan secara spesifik, karena Bahasa Arab masih dimasukkan dalam Muatan Lokal yang pelaksanaannya harus memperhatikan pada daya dukung dari lembaga TPQ bersangkutan.

Tulisan ini dimaksudkan sebagai masukan bagi LPTKA-BKPRMI untuk menyusun kurikulum Bahasa Arab di TPQ, sebab akan sangat janggal sekali jika lembaga yang bergerak dalam pendidikan Al-Qur’an tidak memasukkan Bahasa Arab sebagai Mata Pelajaran Inti, pembelajaran Bahasa Arab seyogianya harus menjadi pendamping pembelajaran baca-tulis Al-Qur’an di TPQ.

Jumat, 11 Maret 2011

Kahlil Gibran

Kahlil Gibran adalah seorang seniman, penyair, dan juga seorang penulis puisi cinta yang fonemenal merupakan seorang berkebangsaan Amerika yang lahir di Lebanon pada tahun 1883 dan meninggal pada 10 April 1931.
Sebelum tahun 1918, Gibran sudah siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, "The Madman", "His Parables and Poems". Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam "The Madman". 

Setelah "The Madman", buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah "Twenty Drawing", 1919; "The Forerunne", 1920; dan "Sang Nabi" pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918-1922.

Salah satu puisi cinta yang ditulis Kahlil Gibran dan paling terkenal adalah berjudul Cinta yang Agung, dan berikut ini adalah petikan terjemahan puisi tersebut:

CINTA yang AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata 'Aku
turut berbahagia untukmu'

Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh

Kamis, 10 Maret 2011

ILMU DAN MENGILMUKAN

Oleh: Handri Putrawan, S.Pd.I*)
Cogito Ergo Sum
“Aku berpikir, maka aku ada”
Di Plesetkan menjadi;
“Aku belanja ke mall, maka aku ada”
(Mistisme Perkotaan)

Bumi merupakan tempat tinggal berbagai macam makhluk hidup ciptaan Allah SWT, salah satu makhluk hidup ciptaan Allah SWT yang memiliki kelebihan dari ciptaan Allah SWT di Bumi adalah manusia, manusia diciptakan paling sempurna diantara makhluk Allah SWT di Bumi, ini terbukti dengan manusia dianugerahi akal sebagai potensi dalam mengolah Bumi, bukti yang konkrit adalah perkembangan pesat peradaban manusia dari zaman ke zaman.
Bermula dari sebuah keingin tahuan manusia terhadap Bumi, maka manusia melakukan berbagai macam ekplorilasi terhadap bumi sehingga manusia merancang berbagai landasan dengan memperhatikan gejala-gejala alam untuk mengeksplorasi Bumi, awalnya manusia hanya mengandalkan pola berfikir yang kemudian dikembangkan dalam berbagai sistem keilmuan, keingin tahuan manusia yang begitu besar memaksa mereka untuk menciptakan berbagai disiplin ilmu untuk menunjang proses eksplorasi terhadap Bumi.
Awal perkembangan ilmu yang diciptakan manusia, ilmu itu belum dipilah-pilah dan dibeda-bedakan, pada masa awal peradaban manusia ilmu masih bersifat pengembangan pola pikir, yang dikemudian hari dikenal dengan ilmu Filsafat, ilmu filsafat dianggap sebagai sumber dari segala sumber ilmu, karena berisi tentang bagaimana pola pikir manusia dalam upaya ekplorilasi terhadap Bumi, sejak zaman yunani kuno ilmu masih bergantung kepada sistem ilmu filsafat, sampai zaman kemajuan Islam, ilmu sudah berkembang menjadi berbagai macam disiplin dan sudah memisahkan diri dari induknya yaitu; ilmu filsafat.
Zaman pertengahan sampai zaman modern sudah berbagai ragam ilmu yang kita jumpai, ilustrasi yang paling baik dalam menggambarkan hal ini adalah; adanya ilmu yang sudah dijamah (sudah tidak perawan lagi) dan ada ilmu yang belum dijamah (masih perawan). Kenyataan ini melahirkan istilah-istilah yang berupa siapa penemu suatu ilmu (Bapak Ilmu) dan siapa pengembangnya, alih-alih bahwa hal ini tidak menutup kemungkinan ada ilmu yang digabung; seperti gabungan ilmu Fisika dengan Ekonomi melahirakan ilmu yang bernama Ilmu FisioEkonomik. Landasan lahirnya ilmu fisioEkonomik adalah bahwa kejadian-kejadian ekonomi dapat dapat diukur dan diketahui.
Permasalahan yang paling sering muncul adalah, bagaimana mengilmukan suatu ilmu agar tertanam dalam setiap individu, karena begitu pesatnya perkembangan percetakan buku-buku yang memuat berbagai bidang ilmu menjadikan orang-orang malas untuk menghapal kronologi, dan teori-teori yang berkaitan dengan ilmu tersebut. Orang lebih mengandalkan buku dari pada menghapal landasan teori suatu ilmu, sehingga begitu mereka dihadapkan pada suatu permasalahan dalam bidang ilmu tertentu mereka lebih cepat merujuk pada suatu buku dan bukan kepada kepala (akal) mereka. Kenyataan seperti ini berdampak pada makin banyaknya karang-karangan yang berupa penjelasan-penjelasan (Syarah) dari suatu bidang ilmu. Dalam sejarah Islam masa syarah bermula pada zaman Bani Abbasiyah.
Dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan, manusia mengembangkan suatu sistem yang disebut teori ilmiah, yang berisikan langkah-langkah dalam menetapkan keabsahan suatu kajian keilmuan, jika kajian keilmuan tersebut sesuai dengan kerangka teori ilmiah maka hasil kajian tersebut dapat dikatakan sebagai bagian dari suatu bidang ilmu.
Tingkat pemahaman akan ilmu pengetahuan akan turut mempengaruhi perkembangan logika manusia itu sendiri, dengan demikian tingkat logika manusia dapat dibedakan menjadi dua yaitu; 1). Logika orang awam, dan 2). Logika ilmiah. Logika orang awam biasanya menyangkut hal-hal yang masih umum. Sedangkan logika ilmiah sudah mengarah kepada hal-hal yang lebih spesifik. Maka pantaslah dikatakan oleh orang-orang barat bahwa perkembangan-perkembangan ilmiah dalam kehidupan itu ibarat mimpi. “Lavida Es Sueno”. Kehidupan adalah mimpi.
“Barang siapa yang tidak menguasai dasar, maka dia tidak akan pernah menguasai cabang selamanya”
Ilmu itu di dada bukan di lembaran (Al-Ilmu Fis Sudur, La Fis Sutur). Jika kita telaah lebih mendalam, maka otak memiliki kapasitas yang sungguh terbatas, sehingga bila terlalu dipaksakan maka otak manusia bisa mengalami keausan. Sarana yang paling efektif untuk menampung segala macam jenis ilmu adalah dada (Hati), hati bisa langsung berhubungan dengan sang kholik dan mendapatkan anugerah yang berupa “Ilmu Ladunni”.
“Wallahu A’lam BisSawwab”

Senin, 07 Maret 2011

Lirik Lagu Udin Sedunia



“ini lagu tentang sebuah nama..”
“kata orang udin nama kampungan”
“jadi lagu enak juga didengar”
“kalau gak percaya, simak dengan seksama”

“udin yang pertama, namanya Awaludin”
“udin yang suka di kamar, namanya Kamarudin”
“udin yang hidup di jalanan, namanya Jalaludin”
“udin penggembala, namanya Sapiudin”

“moooooo…”

“Udin Udin, namamu norak tapi terkenal”
“Udin Udin, walaupun norak banyak yang sukahahahaha..”

“Udin yang sering ke masjid, namanya Alimudin”
“Udin yang rajin berdoa, namanya Aminudin”
“Udin yang agak stress, namanya Sarapudin”
“Udin yang tidak stress, namanya Sadarudin”
"Udin yang suka menyumpah, namanya Undenudin"

“Udin Udin, namamu norak tapi terkenal”
“Udin Udin, walaupun norak banyak yang sukahahahaha..”

“Udin yang penjual nasi, namanya Nashirudin”
“Udin yang suka ke WC, namanya Tahirudin”
“Udin yang suka telepon, namanya Hapipudin”
“Udin yang jadi teroris, namanya!!!”
“Noordin M Top!”

“Udin Udin, namamu norak tapi terkenal”
“Udin Udin, walaupun norak banyak yang sukahahahaha..”

“Udin yang terakhir… namanya Akhirudin…”

Photo Agnes


Ini adalah Photo Agnes Monica !

Berita Aktual

30 Tahun Menikah Belum Lihat Wajah Istri
Ini akibat tradisi yang mengharamkan wanita memperlihatkan wajah dan tubuhnya.

Pernikahan itu terjalin selama tiga dekade. Anehnya, sang suami sama sekali belum pernah melihat wajah istrinya. Hanya mata yang bisa dipandang selama hidup bersama.

Sepanjang hidupnya, sang istri selalu mengenakan burka, busana tertutup bagi wanita muslim yang hanya memperlihatkan area mata. Bahkan, tidur pun mengenakan busana itu.

Selama 30 tahun menjalani pernikahan tanpa melihat wajah istri ternyata tak mengubur rasa penasaran sang suami. Diam-diam, pria ini nekat menyingkap cadar di wajah istrinya yang tengah lelap tertidur.

Hanya, jawaban atas rasa penasarannya itu harus dibayar 'mahal' dengan gugatan cerai sang istri, 2008 silam. Sang istri yang sudah berusia 50-an tahun merasa dikhianati. Ia bulat menghendaki perceraian, meski suami sudah berulang kali meminta maaf dan berjanji tak mengulangi perbuatannya.

"Setelah sekian tahun, dia (suami) mencoba melanggar komitmen, ini sudah kesalahan besar," kata sang istri kepada koran setempat, Al-Riyadh, seperti dikutip dari laman Daily Mail.

Apa yang dilakukan wanita itu merupakan bentuk kepatuhan terhadap tradisi yang tumbuh subur di kampungnya, tak jauh dari Khamis Mushayt, wilayah barat daya Arab Saudi. Bukan ajaran Islam, namun tradisi ini tumbuh subur di sejumlah kawasan terpencil di beberapa negara Teluk.

Itu pun bukan satu-satunya kasus. Seorang pria bernama Ali al-Qahtani juga menerima ancaman cerai ketika mencoba membuka cadar istrinya setelah 10 tahun pernikahan. Beruntung ia dimaafkan setelah berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.

Sementara Hassan Al-Atibi mengancam akan menikah lagi jika istrinya tak bersedia membuka cadar. Bukannya terancam, sang istri malah mencarikan wanita yang tak menganut tradisi itu untuk dijadikan istri kedua. Merelakan suaminya poligami agaknya lebih baik daripada menunjukkan wajahnya ke suami.

Om Rabea al-Gahdaray, 70, salah satu wanita yang menjalani tradisi ini mengatakan bahwa suami tidak boleh melanggar komitmen yang telah disepakati sebelum pernikahan. Suami tak boleh mengubah tradisi yang telah terbangun sejak zaman lelulur mereka.

Saat ditanya bagaimana bisa memiliki anak tanpa mengizinkan suami melihat wajah dan tubuhnya, al-Gahdaray menjawab, "Pernikahan itu tentang cinta, bukan wajah." (umi)

Sabtu, 26 Februari 2011

PAUD Dalam Wacana



PAUD SMUMAS Pringgasela merupakan salah satu Alternatif pembelajaran yang diperuntukkan bagi anak-anak yang berusia dini, hal ini merupakan bentuk pengamalan hadits nabi Muhammad SAW, yaitu "Tuntutlah Ilmu Sejak dari Buaian sampai keliang lahad" adapun profil dari PAUD SMUMAS Pringgasela adalah :
1. Lokasi : RW. 04 Makmur Pringgasela Kecamatan Pringgasela Lombok Timur KP. 83665
Bernaung di bawah PKBM SMUMAS Pringgasela Lombok Timur

PAUD SMUMAS Pringgasela


Dalam pasal 1 Butir 14 Undang-Undang Dasar Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah “ suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Sesuai dengan hal diatas Pada tahun 2001 PKBM SMUMAS Pringgasela telah membuka program PAUD yang di beri nama PAUD SMUMAS. Dalam Perjalanannya PAUD SMUMAS tiap tahun telah membelajarkan lebih dari 45 WB dengan 4 Orang Tutor (Daftar WB dan Tutor terlampir). Untuk lebih efektifnya pelaksanan program PAUD SMUMAS seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar No 2 maka PAUD perlu dilengkapi dengan sarana dan prasarana. Untuk itu kami mohon kepada Bapak agar membantu/memberikan kami Alat Pembelajaran PAUD supaya pelaksanan program PAUD khususnya PAUD SMUMAS berjalan sesuai yag diharapakan dan yang dihajatkan oleh UUD 1945.

Nama Tutor PAUD SMUMAS Pringgasela :

1. Zaliadi, S.Pd lahir di Pringgasela, 31 Desember 1973 S1 Pendidikan Bahasa Indonesia Mulai
mendidik Th. 2001
2. Sri Rahmawati lahir di Pringgasela, 10 Juni 1975 Pendidikan PAUD Tadika Puri Mulai mendidik
Th.2001
3. Istihanah lahir di Pringgasela, 31 Desember 1978 Pendidikan PAUD Tadika Puri Mulai mendidik
Th. 2008
4. Paizah Lahir di Pringgasela, 31 Desember 1983 Pendidikan SLTA Mulai mendidik Th. 2001

Nama Warga Belajar PAUD SMUMAS Pringgasela


1 Anggita Putri P Pringgasela, 18 Juli 2003 2006
2 Abdiyati Lestari P Pringgasela, 31 Desember 2003 2006
3 Ahamad Yazid Azandi Pradana L Pringgasela, 15 Agstus 2003 2006
4 Aulia Zumarotun Asri P Pringgasela, 24 Agustus 2004 2006
5 Ahmad Jaelani L Pringgasela, 4 Juli 2003 2005
6 Arzaqarana Bihusnirrizki P Pringgasela, 2 Mei 2003 2006
7 Azizah Pebrianti P Pringgasela, 27 Prbruari 2003 2006
8 Azmi Karnadi L Pringgasela, 5 Nopember 2003 2006
9 Dewi Intan Parameswari P Pringgasela, 8 Juni 2003 2006
10 Eka Putri Komala P Pringgasela, 6 Desember 2003 2006
11 Emi maya Rosani P Pringgasela, 15 Oktober 2003 2006
12 M. Gema Sandi Persada L Pringgasela, 21 April 2004 2006
13 M. Gian Andi Samudra L Pringgasela, 2 Desember 2003 2006
14 Muh. Basri L Pringgasela, 25 September 2003 2006
15 Mustika P Pringgasela, 7 Agustus 2003 2006
16 Mustika Islami P Pringgasela, 2 Januari 2004 2006
17 Nia Sari Rizki P Pringgasela, 20 Juni 2003 2006
18 Rasida Arizki P Pringgasela, 16 Maret 2004 2006
18 Riska Novianti P Pringgaseka, 11 September 2004 2006
19 Risma Hardianti Rukamana P Pringgasela, 30 September 2003 2006
20 Rizki Emayantiara Putri P Pringgasela, 23 Januari 2003 2006
21 Rohmatul Ulya P Pringgasela, 11 Juli 2003 2006
22 Rosita Handayani P Pringgasela, 20 Oktober 2003 2006
23 Shelly Alfiani Utami P Pringgasela, 9 Juli 2003 2006
24 Sirrul Asrori L Pringgasela, 29 April 2003 2006
25 Siti Rodiah P Pringgasela, 2 Oktober 2004 2006
26 Sri Yulianti P Pringgasela, 23 Juli 2003 2006
27 Suprihatin Wardani P Pringgasela, 16 Januari 2003 2006
28 Winda Ayu Hiryati P Pringgasela, 7 Nopember 2003 2006
29 Yazan Agil Mulqi L Pringgasela, 12 April 2003 2006
30 Ziadaturrahmi P Pringgasela, 10 Juli 2003 2006
31 Dhaefatu Dzul Ilmi P Pringgasela, 23 Oktober 2004 2007
32 Matla’ul Anwari L Pringgasela, 31 Desember 2003 2007
33 Ayulliani P Pringgasela, 4 Mei 2004 2007
34 M. Malki Husaidi L Pringgasela, 22 Maret 2004 2007
35 Laeni Iffah P 1 Januari 2004 2007
36 Dina Fitri Sulastri P 13 Januari 2004 2007
37 Kaifiatul Hikmah P Pringgasela, 13 Juni 2003 2007
38 Zunnu Zanawiya P Pringgasela, 22 Oktober 2003 2007
39 Novia Hismatun Atqiya P Pringgasela, 4 Nopember 2003 2007
40 Rina Janatil Ain P Pringgasela, 25 Januari 2004 2007
41 RIndia Wahdini P Pringgasela, 7 Nopember 2004 2007
42 Wahyu Azhari L Pringgasela, 6 Juli 2003 2007
43 Idyiatun Niami P Pringgasela, 24 Junj 2004 2007
44 Uswatun Hasanah P Pringgasela, 9 Maret 2004 2007
45 Muhammad Muta’ali L Pringgasela, 7 Juli 2003 2007
46 M. Fauzan Azima L Pringgasela, 31 Juli 2004 2007
47 Soyofitasogi L Pringgasela, 3 September 2004 2007
48 Denana Prihaswatun Hasanah P Mujahidin, 12 Desember 2004 2007
49 Patimatuzahra P Pringgasela, 18 Pemberuari 2003 2007
50 Vera Sayu Anggraini P Pringgasela, 21 September 2003 2007
51 M Yunda Pratama L Pringgasela, 31 Desember 2004 2007
52 M. Rizqi Izzatillah L Pringgasela, 1 Januari 2004 2007
53 M. Ikhlas Firman Sahadi Utama L Pringgasela, 18 Oktober 2004 2007
54 Hasyim Khaswari L Pringgasela, 20 Desember 2004 2007

Pembina PKBM SMUMAS

Pembina PKBM SMUMAS
Photo Waktu Wisuda PAUD 2011, Ust. Mujtahidin, S.Ag, MSI
Academics blogs